Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2016

Bahaya Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam

Bagi umat Islam yang mempelajari dan memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka gaya hidupnya tidak mudah terpengaruh perkembangan cara berpikir manusia yang bebas dari pengaruh agama. Begitu juga remaja muslim, semangat dalam memperjuangkan Islam jangan terpuruk hanya dengan sebatang coklat ataupun ucapan Valentine’s Day, sebaliknya terus berdakwah mengajak remaja-remaja Islam yang lain untuk menolak perayaan Valentine’s Day.
Berikut ini adalah beberapa bahaya yang ditimbulkan saat kita merayakan hari valentine:

  • Merayakan budaya Orang Kafir

Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai jejak suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud.
Telah jelas bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti menjadi bagian dari mereka.

  • Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam Valenitne’s Day. Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqan [25]: 72)
Yang dimaksud az zuur adalah perayaan orang musyrik. Demikian pendapat Ar Robi’ bin Anas. Jadi, menghadiri perayaan Valentine’s Day bukanlah ciri sifat orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

  • Seseorang Akan Bersama Dengan yang Disukainya di hari Kiamat

Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ حُبَّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ قَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Dari Anas bin Malik, bahwasanya ada seorang Arab datang dan bertanya kepada Rasulullah SAW, “Kapan hari Kiamat tiba?” Rasulullah menjawab,”Apa yg telah kau siapkan?” Dia menjawab; Cinta Allah Azza wa Jalla & Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda: “Kau bersama dengan siapa yg kau cintai”. [HR. Muslim No.4775].
Renungkanlah hadits di atas, bahwasanya orang berkumpul dengan orang yang disukainya di hari Kiamat. Sudah jelas bahwa pendeta Valentine adalah seorang nasrani yang telah menyekutukan Allah SWT maka peringatan bagi remaja muslim yang menghadiri, merayakan Valentine’s Day akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya di hari Kiamat kelak.

  • Sebuah ucapan “selamat” berbuah kemaksiatan dan kemusyrikan

“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber) Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”

  • Valentine’s Day = hari perayaan berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih. Misalnya, berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja menjadi hal yang biasa.
Meniru Perbuatan Setan
Menjelang hari Valentine berbagai ragam hadiah, kado dan souvenir laku keras. Bahkan buku yang “mengajarkan” remaja untuk berzina berani menampakkan diri. Belum lagi promo hotel yang sangat murah dalam rangka menyambut Valentine’s Day. Hadiah coklat yang disinyalir terdapat alat kontrasepsi dan lain sebagainya. Yang dimaksud adalah menghambur-hamburkan uang untuk bermaksiat. Allah berfirman,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27).
“Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”
Wallahu A’lam.[]

Jumat, 07 November 2014

Mukjizat dan Keistimewaan Al-Qur'an

Mukjizat Al-Qur'an sungguh tiada tandingannya. Kitab suci umat Islam ini adalah kitab yang diturunkan dari langit dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur melalui perantara malaikat Jibril.

Al-quran merupakan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Mukjizat ini menjadi tuntunan hidup umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia. Segala permasalahan dan solusi hidup manusia tercantum dalam Al-quran. Beberapa kemukjizatan Al-quran:
 
1. Al-Qur'an Sumber Dari Segala Hukum

Salah satu kemukjizatan Al-quran adalah sumber segala hukum. Al-quran memuat berbagai aturan-aturan atau perundang-undangan bagi kebahagiaan hidup manusia. Baik di dunia maupun di akhirat. Al-Qur'an adalah sumber hukum utama umat Islam. Hukum-hukum atau aturan-aturan itu mencakup segala aspek kehidupan manusia. Mulai dari dimensi ritual, sosial, pendidikan, pemerintahan, perniagaan, dan lain-lain.

2. Al-quran Terjaga keasliannya
Al-Qur'an adalah salah satu kitab suci yang terjaga keasliannya sampai hari kiamat. Ayat-ayat Al-Qur'an, sejak diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, sampai sekarang masih terjaga keasliannya. Al-Qur'an senantiasa terjaga keasliannya karena Al-Qur'an adalah kalam Allah. Inilah sebagai salah satu bukti kemukjizatan Al-Qur'an.

Ada banyak buku yang membahas tentang Bagaimana keaslian Wahyu Tuhan terakhir di jaga. Salah satu buku yang menurut saya sangat bagus yaitu buku yang berjudul The History of The Qur’anic Text, Penulisnya Prof. Dr. M.M al A’zami, juga buku Matematika Alam Semesta, Penulisnya Arifin Muftie.

3. Al-Qur'an Memuat Ilmu Pengetahuan
Di antara bukti kemukjizatan lainnya, Al-Qur'an adalah sumber ilmu pengetahuan. Al-quran memuat pengetahuan di masa lampau maupun di masa yang akan datang. Para ahli, baik dari kalangan muslim maupun non muslim, berlomba untuk mengkaji dan menggali sumber-sumber ilmu pengetahuan dalam Al-Qur'an.

Al-Qur'an sudah menjelaskan tentang bagaimana proses penciptaan alam semesta dan berbagai seluk beluk kehidupan di bumi. Pengetahuan semacam ini belum terjangkau pada zaman Rasulullah. Namun, kini para ilmuwan sudah membuktikan kebenaran Al-Qur'an.

Ilmu dan teknologi dalam Al-Qur'an selangkah lebih maju dibandingkan penemuan-penemuan para ahli di zaman modern ini. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang memiliki kemukjizatan luar biasa. Al-Qur'an saja begitu luar biasa, apalagi pencipta alam semesta ini? Subhanallah.

4. Al-Qur'an Memiliki Bahasa yang Indah
Sudah tidak diragukan lagi kehebatan Al-Qur'an. Di samping sebagai sumber segala hukum dan ilmu pengetahuan, Al-Qur'an juga memiliki bahasa yang indah. Bahasa Al-Qur'an begitu puitis. Al-Qur'an bukan kitab puisi atau sastra. Namun, keindahan bahasanya tiada tara.

Masyarakat Arab pada zaman jahiliyah senang membuat syair. Syair-syair yang memiliki nilai puitis dan penuh hikmah akan dipajang di Ka’bah. Oleh karena itu, orang Arab sering berlomba membuat syair. Dengan alasan itu, Al-Qur'an diturunkan pada bangsa Arab yang gemar membuat syair. Keindahan bahasa Al-Qur'an mengalahkan semua syair-syair pada masa itu.

Selain susunan bahasanya, Al-Qur'an juga sangat indah pada saat dilantunkan. keindahan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an dapat menenangkan hati yang membaca maupun yang mendengarnya.
 
5. Al-Qur'an Sumber kebaikan dan Hikmah

Orang yang belajar membaca Al-Qur'an walaupun terbata-bata akan mendapat pahala. Apalagi jika bacaannya menggunakan tartil. Al-Qur'an mengandung banyak hikmah. Di samping itu, Al-Qur'an juga dapat dijadikan obat (pelipur) bagi hati yang sedang bersedih.